Internet: Kawasan Penuh Keajaiban
Jangankan internet, menyentuh keyboard komputer pun takut rasanya. Jangan-jangan, kalau saya salah menekan tuts keyboard tersebut, akan terjadi ledakan dahsyat melebihi Hiroshima-Nagasaki. Saya tidak mau ambil resiko untuk itu.
Perasaan itu saya rasakan kira-kira 3 tahun yang lalu. Ketika masih berada dalam masa yang gelap gulita, jahiliyah, bodoh, kuper dan gaptek. Ketika orang-orang sudah mulai berbicara tentang FS, blog, chating dan lain-lain, saya hanya mampu membayangkan bahwa mereka sudah terkena salah satu sihir Harry Potter yang mungkin saja disalahgunakan oleh penjaga warnet: OBLIVIATE, konon mantera ini berfungsi untuk menghapus atau memodifikasi ingatan seseorang. Karena gejala-gejala yang ditimbulkan oleh mantera ini sama persis dengan gejala-gejala yang terjadi pada sebagian besar teman saya yang saat itu hobi sekali keluar masuk warnet.
Mereka meracau tanpa dapat saya mengerti. Bercerita tentang teman chating yang baru saja kenal di room yang langsung minta bertemu. Bicara tentang lamaran pekerjaannya yang dapat panggilan –padahal mereka hanya duduk di depan komputer seharian– untuk test penempatan. Bahkan mereka bercerita tentang teman di luar negeri yang akan berlibur ke Jakarta dan membuat janji bertemu. OMG, how come? Sedangkan meraka tidak pernah pergi ke manapun. Hanya di warnet seharian hingga lupa mandi dan sholat. Rupanya mantera sihir itu bekerja sempurna.
Alohomora
Masa gelap gulita itu lambat laun berakhir. Berkat kebutuhan hidup yang kian mendesak. Demi mendengar testimony menggoda dari teman-teman saya tentang keajaiban internet. Melamar pekerjaan tanpa perlu keluar rumah. OMG, benerkah? Meski ragu dan merasa konyol, akhirnya saya mencoba mantera tersebut: OBLIVIATE, maka termodifikasilah pola pikir saya menuju masa pencerahan. Warnet yang mengejek saya sejak lama dengan memasang tulisan: Wellcome to the new civilization! di salah satu pintu masuknya. Saya yang masih berpakaian kulit binatangpun masuk malu-malu. ALOHOMORA: dan terbukalah pintu dan jendela yang selama ini terkunci rapat.
Mutlak bagi semua newbe, seperti wajibnya ospek bagi mahasiswa baru. Hal pertama yang diajarkan operator warnet adalah membuat akun sebuah email. Membuat id messenger dan chating. Dengan kerelaan luar biasa, saya menyerahkan kepala untuk ditoyor, diumpat ketika salah mengikuti instruksinya, bahkan dikutuk jadi keyboard saat saya membutuhkan waktu lebih dari 1 menit hanya untuk mencari sebuah huruf pada tuts keyboard. Hehehe:D Maka berselancarlah saya di dunia maya tersebut. Bak Neo mencari agen matrix. ![]()
Pak Pos Elektronik
Jika dalam dunia nyata, untuk mengirimkan berkas lamaran pekerjaan kita harus mengeluarkan energi yang besar. Tidak ramah lingkungan dan boros. Betapa tidak, berkas lamaran yang berlembar-lembar itu harus kita print sebanyak-banyaknya demi memenuhi kuota perusahaan yang sudah saya tandai di halaman koran lowongan pagi hari. Membeli amplop coklat besar, perangko, lem, steples dan lain-lain. Bahkan Jika cara-cara konvensional ini saya teruskan, bisa jadi akan ada gelombang protes dari organisasi pencinta lingkungan, karena saya terlampau banyak menggunakan kertas, yang artinya saya turut menebangi hutan.
Hiks. Serasa belum cukup membuat saya menderita, dunia nyata menguras habis isi dompet saya saat itu. Akumulasi dari beban biaya yang harus saya keluarkan untuk mengirimkan lamaran pekerjaan ke berbagai perusahaan itu menyisakan sebuah angka yang cukup menyakitkan. Rp 1000;- tanpa sisa. Ya, semua proses itu hanya menyisakan uang seribu rupiah saja dalam dompet saya.
Dan dengan tidak kalah kejamnya, sisa uang tersebut harus saya relakan untuk tukang parkir yang memandang sinis pada saya. Seolah tahu bahwa motor cb butut itu adalah pinjaman. WINGARDIUM LEVIOSA, berkali-kali saya ucapkan mantera itu kepada si tukang parkir, berharap dia bisa terlempar jauh dari hadapan saya dan uang Rp 1000 itu kembali. Hiks.. Trust me! Is’nt work
Dan beruntunglah saya, masa pencerahan datang mengakhiri itu semua. Renaissance yang gemilang. Hanya bermodalkan Rp 2500/jam, saya bisa mengirimkan begitu banyak berkas lamaran ke penjuru dunia. Pak pos elektronik yang baik, gesit, cepat dan murah itu bernama email. Email, see, how much i love you? Percayalah, Rp 2500/jam itu sudah termasuk panduan lengkap dari operator warnet, plus tips dan trik membuat email. All in one. Dan harapan pun menyabar.
“Pergilah anak-anakku, tembuslah dinding tebal personalia. Sampaikan pada mereka, aku menanti kabar gembira.”
Cyber War!
Merasa harus memanfaatkan dengan maksimal masa pencerahan ini, saya terus menjelajah ke berbagai penjuru dunia. Berwira-wiri ke berbagai komunitas dunia maya. Dari mulai forum, milist, blog, dan lain sebagainya. Dari mulai milist penggemar otomotif sampai milist penggemar Rhoma Irama. Fyuuh.:p
Diantara jagat maya yang teramat luas itu, saya sampai pada sebuah forum yang didalamnya berserakan kata-kata makian, sumpah serapah, hinaan dan sarkasme lainnya yang bahkan tidak pernah saya temui di dunia nyata. Peperangan antar member forum itu berlangsung sengit. Setiap waktu. Yang membuat shock luar biasa adalah bahwa peperangan itu, makian dan sumpah serapah itu atas nama agama dan keyakinan. Mereka membela Nabinya dengan mencela Nabi yang lain. Membela Tuhannya dengan menghina Tuhan yang lain. Menfitnah seorang Nabi dengan mengungkap kebohongan plus gambar-gambar fulgar tak beradab. Peperangan dunia maya yang cukup membuat saya terluka dan berdarah-darah.
Cyber Brotherhood
Saya lebih suka menyebutnya silaturahim cyber. Benar adanya, internet dapat melipat jarak, mempercepat waktu, dan mengikat erat persaudaraan. Mencoba keluar dari trauma karena perang cyber, saya menelusuri celah yang lainnya. Banyak komunitas yang walau terpisah jarak, mereka bisa berinteraksi dengan erat. Membangun peradaban harmonis, bahkan saling memberi manfaat.
Saya mulai merasa nyaman berada di dunia maya ini. Merasa lebih berguna ketimbang sebelumnya. Tidak berlebihan jika mereka berkata banyak keajaiban di internet. Tentu saja, dengan catatan kaki bahwa pisau setajam apapun bisa berguna ketika digunakan untuk memotong bawang. Sebaliknya, pisau tumpul berkarat menjadi berbahaya ketika berada ditangan penjahat.
Jejaring persaudaraan itu terjalin erat. Takjub rasanya bertemu dengan orang-orang yang selama ini hanya saya temui di internet. Berkumpul untuk merayakan sesuatu, mengadakan bakti sosial, berwisata dan banyak lagi.
Cyber Love
Dalam arti yang sebenar-benarnya, saya mengenal untuk pertama kali perempuan yang sekarang menjadi istri saya di internet. Ketika dia meminta saya untuk bergabung dengan sebuah komunitas yang ia kelola. Sebuah situs edukasi.
Puncak kebaikan dari dunia maya saya dapatkan ketika saya hendak menikahinya. Keterbatasan ekonomi membuat saya berfikir kreatif. Novel remaja yang saya tulis dan diterbitkan indie, yang tidak terlalu laku menjadi amunisi untuk mengumpulkan uang. Dengan tekad yang kuat untuk menjalankan kebaikan (menikah), saya pasang sebuah tulisan di blog dengan judul : Jual Novel Untuk Menikah. Dan benar saja, keajaiban dunia maya –tentu atas Ridho-Nya– kembali terjadi. Dalam waktu singkat, tulisan saya menyebar ke mana-mana, dibarengi efek yang luar biasa. Pesanan untuk membeli novel tersebut datang tak terduga. Bahkan tidak sedikit pemesan yang hanya meminta satu buah buku, mentransfer uang lebih.
Internet. Sebuah kawasan yang penuh keajaiban. Kesan pertama yang nano nano. Satu hal yang saya yakini hingga kini, bahwa salah satu keberuntungan saya mempunyai banyak saudara adalah berkat internet.
Jakarta, 06 July 2009
@ “ulang tahun ke-11 detikcom”




July 7th, 2009 at 9:40 am
haha.. cyber love.. jd inget hehe
Hihihihi, hayooo pelaku juga yaaa?
July 7th, 2009 at 10:12 am
Nice post. Salam kenal…
Nuhun, lam kenal juga
July 7th, 2009 at 11:32 am
Kalo dulu media masa yang menguasai dunia. Saya rasa mulai sekarang dunia internetlah yang menguasai dunia. banyak terbukti pada beberapa kejadian dunia akhir2 ini . Salah satu contoh adalah kemenangan obama yang banyak di pengaruhi dunia internet…
Salam kenal…
eh udah kenal yah…
apa lupa… :d
Wowowow, analisa ringan tapi dalam, Om
terimakasih sudah sudi mampir, Hehehe
salam kenal juga. Kayaknya lom kenal deh om. Nuhun
July 7th, 2009 at 12:27 pm
Yang pas mungkin dunia lain tempat manusia berinteraksi.
Salam.
Boleh2, begitu juga boleh. Senyamannya aja
Salam
July 7th, 2009 at 1:47 pm
wow, romantis juga, menemukan soulmate di dunia maya..
Aiiih.. jadi pengen maluuuw :”> Makasih yaa
July 8th, 2009 at 12:24 am
mantepp.. emang ajaib yahh
Ajaiib abrakadabra bangeet, brow
July 8th, 2009 at 1:49 pm
cyber love….
Salam kenal mas…
Lam kenal jugaa
July 8th, 2009 at 9:24 pm
nice post, salam kenal. Btw sudah brapa tahun maried ???
Nuhun, dah mau dua tahun nih
July 9th, 2009 at 6:42 am
I Like This Post. Cita-cita saya yang belum kesampaian telah terwakili: Mendapatkan cinta sejati di Internet!
Dan yang lebih saya suka; menjual novel untuk menikah di internet. Wow,wow, wow!!
Inspiratif Mas! SIP!!
Thx, brow. Heuheuheu.. sok atuh cari cinta sejatimu
trus jual apa gitu buat nikah :D, thx 4 comment everyone
July 9th, 2009 at 10:12 am
Silahturahmi Cyber or blogwalking???? Sama aja kali yah.
Nice post.
July 9th, 2009 at 10:44 am
Sama-sama
Hehehehe, nuhun
July 13th, 2009 at 3:10 pm
Ceriatanya sangat menarik mas.
Ketemu pasangan hidup lewat dunia maya itu sangat menarik.
Terimakasih, mas. Kalo situ dah ketemu lom sama pasangannya? Hehehe
July 22nd, 2009 at 6:34 pm
Jual novel buat nikah..? keren banget.. tapi saya tetep paling suka sama WINGARDIUM LEVIOSA nya.. hahaha…
July 31st, 2009 at 5:41 pm
[...] Herawati 2. Anthony Jayanto T. 3. Dani Ardiansyah 4. arista budiyono 5. Jon Riah Ukur, SE 6.Anisa Fitri Nurhalida 7. Mustika Rahmathya 8. Rita Maasi [...]
August 1st, 2009 at 6:35 am
Selamat, telah menang kontes.
August 1st, 2009 at 7:32 am
Dani, selamat ya. Senang sekali melihat teman sendiri bisa menang lomba. Moga makin sukses!
August 3rd, 2009 at 11:34 am
Hebat… hebat… selamat, kang Dani. Tulisan yang lincah, menarik untuk dibaca sampai akhir. Pantas banget deh jadi salah satu pemenang. Congrats!
August 4th, 2009 at 6:31 pm
baru baca…
ternyata kisah cinta nya so sweet…
ciieeee…
xixixi…
August 6th, 2009 at 4:51 pm
met dulu ah hehehe jangan lupa juga cyber junk hahahaha
August 7th, 2009 at 4:37 pm
Heuheuheu, bener2. Cyber junk juga ngeselin yak
August 7th, 2009 at 4:38 pm
Eleueh si Jang Koji. Kumaha damang, sep?
August 7th, 2009 at 4:38 pm
Hehehe, haturnuhun, Bu Guru
August 7th, 2009 at 4:39 pm
Waah, selamat juga buat Bang Jonru deh
August 18th, 2009 at 8:06 pm
simpel tapi elegan….salam satu jiwa
October 28th, 2009 at 4:33 pm
Terimakasih